"DESA BULUSARI" BULU : Pohon yang besar dan rimbun untuk berlindung sedangkan SARI : Aman dan Tentram (dalam bahasa Jawa Tentrem Ayem)

Artikel

Profil Sejarah Desa

28 Juli 2022 09:16:25  Administrator  385 Kali Dibaca 

HISTORY

Bulusari Gempol Pasuruan Jawa Timur

Desa adalah Kesatuan masyarakat Hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program dan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan hak dan asal usul desa melalui usulan dari tingkat RT yang di musyawarahkan dan ditampung pada Dusun. Kemudian dari Dusun tersebut dibawa dalam Musrenbangdes.

Tentang riwayat Desa Bulusari belum dapat dipastikan tentang kebenarannnya, mengingat ini hanya merupakan cerita dari masyarakat setempat secara turun temurun sehingga nanti dalam penyajian tentang sejarah Desa Bulusari ini terdapat kejanggalan sudilah mamklumi.

A. Sejarah Pemerintahan Pada Zaman Kerajaan

Adapun yang babat hutan didaerah ini adalah semua punggawa dari kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Ratu Kencana Wungu, karena daerah ini merupakan daerah perbatasan/garis depan antara kerajaan Blambangan dengan Majapahit yang dibatasi oleh sungai Bangkok tepatnya sungai ini mengalir dari Kepulungan sampai ke Karangrejo dalam wilayah Kecamatan Gempol. Beliau-beliau ini sedang mengikuti pati Logender dimana beliau ini sedang menjaga Darmawulan yang sedang dipenjara oleh Pati Logender di Kunjorowesi (yang sekarang menjadi Desa Kunjorowesi Kabupaten Mojokerto). Didalam beliau membabat hutan ini tidak menjadi satu melainkan terpencar yang antara lain adalah :

  1. Mbah Seco di daerah Bulu.
  2. Mbah Brojo di daerah Sukti.
  3. Mbah Seno di daerah Blimbing.
  4. Mbah Samuel di daerah Jurangpelen.
  5. Mbah Anggowicono di daerah jembrung.

Namun beliau-beliau ini sepakat apabila mendapat kesulitan agar berkumpul di bawah pohon Bulu, dikarenakan pohon Bulu ini merupakan pohon Hasta, jadi walaupun hutannya sangat lebat tetap masih dapat terlihat dari jauh sehingga tidak sampai kehilangan arah.

B. Sejarah Pembangunan Desa

Dengan terbukanya hutan hasil babatannya mereka mendiamin bersama istrinya masing-masing didaerahnya sampai beliau-beliau ini turun temurun hingga saat ini. Sebelum nenek moyang yang pertama kali membabat hutan ini meninggal dunia, mereka sempat berpesan kepada anak cucu yang isi pesannya adalah "Apabila kelak dikemudian hari daerah ini sudah ramai agar diberi nama sesuai dengan tanda-tanda pertama kali membabat hutan ini" yaitu :

  1. Bendomungal.
  2. Jatipentongan.
  3. Jurangpelen.
  4. Sumberpandan.
  5. Jembrung.
  6. Blimbing.
  7. Sukci.
  8. Bulu.

Yang mana beliau-beliau ini sampai sekarang saja di hormati oleh penduduk yang ditinggalkan dengan cara mengadakan RUWAH DUSUN setiap tahunnya ditempat beliau-beliau ini dimakamkan. Sedangkan anak cucu yang ditinggalkan semakin bertambah banyak, tepatnya pada zaman penjajahan Belanda telah ditetapkan setiap kelompok ini harus ada yang menjadi pemimpin/Kepala Desa, dan terjadilah pembagian wilayah ini yang dipimpin oleh beberapa Kepala Desa antara lain :

  1. Bendomungal yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Tamun.
  2. Jatipentongan yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Jatiredjo.
  3. Jurangpelen yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Samu.
  4. Sumberpandan yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Ponirah.
  5. Jembrung yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Dono.
  6. Blimbing yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Dasuki.
  7. Sukci yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Sena.
  8. Bulu yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Wongsoredjo.

Mereka-meraka ini menjabat sejak tahun1864-1899 setelah para Pemimpin-pemimpin ini mengundurkan diri diganti pula jabatan Kepala Desa sesuai dengan perintah Government Belanda ditetapkan menjadi 5 Kepala Desa antara lain adalah :

  1. Jatipentongan yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Jatiredjo.
  2. Jurangpelen yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Warisin.
  3. Sumberpandan yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Dani.
  4. Blimbing yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Jani.
  5. Sukci yang menjadi Kepala Desa adalah Pak Wongsoredjo.

Beliau-beliau ini menjabat tahun 1899-1923 yang mana sebagai pusat pemerintahan Kecamatannya di Kepulungan (yang sekarang menjadi Desa Kepulungan), sedangkan Gempol adalah sebagai Kawedanan pada waktu itu.

Dengan adanya pembaharuan lagi tentang wilayah yaitu pusat pemerintahan Kecamatan di Gempol sampai sekarang, sedangkan Kawedanan ikut Pandaan. secara ringkas yang menjadi Kepala Desa Bulusari pada periode sampai saat ini adalah :

  1. Djojosudarso menjabat mulai tahun 1923-1932.
  2. Deromoyudo menjabat mulai tahun 1932-1941.
  3. K. Kerto Atmodjo menjabat mulai tahun 1941-1980.
  4. Kardi (Kades PJ) menjabat mulai tahun 1980-1985.
  5. Prapto (Kades PJ) menjabat mulai tahun 1985-1986.
  6. Yasin (Kades PJ) menjabat mulai tahun 1986-1989.
  7. H. M. Thohir menjabat mulai tahun 1989-2007.
  8. H. Yudono menjabat mulai tahun 2007-2019.
  9. HJ. Siti Nurhayati menjabat mulai tahun 2020-sekarang.

Anak cucu secara turun temurun yang ditinggal ini masih ingat akan cerita dari orang-orang tua dan masyarakat bahwa sebagai tanda kesepakatan mereka adalah pohon BULU yang sampai akhirnya dari beberapa Kepala Desa diringkas menjadi satu Kepala Desa yang tepatnya di BULU juga, maka pada perubahan yang terakhir ini seluruh masyarakat sepakat untuk menamakan "DESA BULUSARI" yang artinya :

BULU : Pohon yang besar dan rimbun untuk berlindung.

SARI : Aman dan Tentram (dalam bahasa jawanya Tentrem Ayem).

Demikian sekilas tentang sejarah/riwayat terjadinya Desa Bulusari.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Statistik Penduduk

Aparatur Desa

Back Next

Agenda

Sinergi Program

Arsip Artikel

07 September 2022 | 213 Kali
MEMPERINGATI HUT RI KE-77 DESA BULUSARI MENGADAKAN GOWES BERSAMA
30 Juli 2022 | 229 Kali
Tata Tertib dan Peraturan
29 Juli 2022 | 343 Kali
Profil Wilayah Desa
28 Juli 2022 | 385 Kali
Profil Sejarah Desa
24 Agustus 2016 | 331 Kali
Data Desa
29 Juli 2013 | 411 Kali
Profil Desa
28 Juli 2022 | 385 Kali
Profil Sejarah Desa
29 Juli 2013 | 362 Kali
Kontak Kami
29 Juli 2022 | 343 Kali
Profil Wilayah Desa
24 Agustus 2016 | 331 Kali
Data Desa
30 April 2014 | 277 Kali
Profil Potensi Desa
20 April 2014 | 179 Kali
Peraturan Desa
20 April 2014 | 154 Kali
Panduan
29 Juli 2013 | 411 Kali
Profil Desa
24 Agustus 2016 | 230 Kali
Visi dan Misi

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Wilayah Desa

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jembrung Dua, Bulusari, Kec. Gempol, Pasuruan, Jawa Timur 67155
Desa : Bulusari
Kecamatan : Gempol
Kabupaten : Pasuruan
Kodepos : 67155
Telepon :
Email :

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:1
    Kemarin:43
    Total Pengunjung:21.512